Kami pernah menemani seorang klien membersihkan ponselnya sebelum rapat. Dua puluh menit, satu per satu, hanya untuk mendapat ruang cukup buat memotret dokumen.
Di ponselnya ada empat aplikasi perbankan, tiga aplikasi belanja, dua aplikasi maskapai, dan satu aplikasi restoran yang dia pakai sekali setahun. Tidak satu pun dari itu perlu jadi aplikasi.

Ini bukan soal pengguna yang tidak tertib. Ini soal kebiasaan industri: setiap layanan merasa berhak atas satu petak di layar utama orang. Padahal yang dibutuhkan cuma halaman yang bisa dibuka.
Waktu kami membangun sesuatu, pertanyaan pertamanya bukan "fitur apa saja yang bisa kita tambahkan", tapi "apa yang bisa kita tidak bangun". Perangkat orang bukan milik kita. Kita cuma menumpang sebentar.
Hasilnya biasanya lebih sepi dari yang dibayangkan klien di awal. Itu disengaja.